PLN NTT Nyatakan Listrik Aman Selama Nataru

General Manager PLN NTT, Eko Sulistyono, pada saat menggelar Media Gathering dengan wartawan

INITIMUR.ID, Kupang | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, memastikan kesiapannya dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Hal ini disampaikan General Manager PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, pada kesempatan Media Gathering PLN UIW NTT, Senin 15 Desember 2025.

Eko menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru dalam kondisi aman dengan komulatif Daya Mampu Pasok 461,6 megawatt (MW).

“Seperti kita ketahui, kondisi pasokan listrik pada hari raya Natal dan Tahun Baru nanti, total daya mampu pasok kita, ada di 461,6 MW. Sedangkan beban total puncak sebesar 282,32 MW. Ini adalah perkiraan beban puncak di hari raya Natal dan Tahun Baru,” terang Eko.

Eko menyebut, PLN UIW NTT memiliki dua sistem besar, yakni Sistem Timor dan Sistem Flores, dengan total daya mampu pasok sebesar 350 MW, sedangkan beban puncaknya sebesar 206,5 MW.

Selain itu, kata Eko, PLN UIW NTT juga memiliki 67 unit sistem isolated dengan daya mampu pasok sebesar 111,36 MW, dengan mayoritas unit dalam kondisi normal.

Untuk menjaga keandalan listrik selama periode siaga Natal dan Tahun Baru, tambah Eko, PLN NTT menyiagakan 544 personel internal, sekitar 904 mitra kerja, didukung dengan 90 unit genset tersebar, 28 unit UPS, 259 unit kendaraan pendukung, serta material cadang yang cukup untuk mengantisipasi gangguan.

“Kita juga menyiapkan posko siaga di 27 lokasi, pengamanan di 76 titik VVIP seperti kantor Pemda, dinas terkait, dan pusat-pusat acara, dan juga pengamanan di tempat-tempat ibadah. Selain itu, ada 36 lokasi SPKLU di seluruh wilayah,” beber Eko.

Ia mengaskan, PLN NTT akan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh masyarakat NTT dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.

“Seluruh pembangkit akan beroperasi penuh, dan personel disiagakan 24 jam hingga 8 Januari 2026. Saya sendiri tidak akan beranjak dari NTT hingga tanggal 8 Januari nanti untuk menjaga pasukan,” tegasnya.

Menurut Eko, potensi gangguan tetap bisa terjadi akibat cuaca ekstrem dan faktor alam. Namun, PLN telah menyiapkan sistem pengamanan dan respons cepat untuk melindungi peralatan vital dan memastikan pemulihan berlangsung secepat mungkin.

Terkait ganngguan ini, Eko juga meminta masyarakat untuk berinisiatif melaporkan ke PLN apabila di lokasi mereka ada pohon yang berdekatan dengan tiang atau kabel listrik.

Ia menerangkan, jika ada pohon atau ranting pohon yang menempel di kabel listrik, maka hal itu akan menyebakan indikasi gangguan yang langsung ditangkap oleh sistem, sehingga pihak PLN akan otomatis memutuskan aliran.

“Kita punya sistem yang akan memutus aliran secara otomatis jika terjadi gangguan, misalnya ada ranting atau daun yang menempel di kabel listrik ketika ada badai. Karena itu jika ada pohon yang berdekatan dengan kabel, segera laporkan. Jangan ditebang sendiri, karena berbahaya,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *