Wujudkan Ketahanan dan Kemandirian Pangan, Ini yang Dilakukan TPID NTT

INITIMUR.ID, Kupang | Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan bahwa petani sangat berjasa di NTT, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun stabilitas inflasi. Karena itu, pemerintah harus mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan agar ekonomi NTT yang ditopang oleh sektor pertanian bisa terus tumbuh.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur NTT, ketika menjadi Keynote Speech dalam kegiatan
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT, Selasa (15/07/2025).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur NTT menekankan agar setiap desa dan komunitas memiliki produk unggulan yang mendukung penguatan kemandirian pangan.

“Salah satu langkah akselerasi yang dapat dilakukan adalah implementasi one village one product. Ke depan, NTT Mart akan hadir di setiap kabupaten/kota dalam memberikan kepastian pasar dan memastikan kelancaran distribusi komoditas unggulan, termasuk pada komoditas pertanian. Kami sangat mengapresiasi Bank Indonesia NTT dan GMIT yang telah menginisiasi ide kami ini dengan terbentuknya Toko Pangan GG Mart di Kota Kupang,” beber Laka Lena.

Kata Gubernur Laka Lena, pengembangan NTT Mart juga ditujukan untuk menurunkan defisit neraca perdagangan NTT.

Pada kesempatan tersebut, pihak Bank Indonesia NTT berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, melalui TPID, dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.

Perlu diketahui, data inflasi NTT tahun 2025 hingga Juni tercatat 1,72% (yoy), terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 ± 1% (yoy). Meski demikian, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, menyoroti bahwa stabilitas inflasi tersebut perlu diperkuat dengan kemandirian pangan di setiap kabupaten/kota agar disparitas inflasi antar daerah semakin kecil.

“Fokus kita harus tertuju pada peningkatan produktivitas pertanian dan pemerataan distribusi untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan good agricultural practice (GAP), peningkatan kompetensi SDM, dan hilirisasi produk hasil pertanian untuk perluasan akses pasar,” ujat Agus.

Selain memastikan ekonomi tumbuh berkelanjutan dan terjaganya inflasi, Agus menambahkan, langkah yang dilakukannya juga bertujuan untuk menurunkan ketergantungan impor pangan NTT dan mendorong ekspor komoditas bernilai tambah.

“Melalui forum HLM TPID ini, koordinasi pusat dan daerah juga terus didorong penguatan beberapa sinergi program,” imbuhnya.

Turut hadir bersama secara luring pada kegiatan ini, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko Bidang Perekonomian, Bapak Dr. Ferry Irawan, S.E., M.S.E. dan Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) TNI Suardi Samiran, S.Sos, MM. Selain itu, Bapak Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, juga hadir secara daring.

Program yang akan disinergikan bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT a.l. (i) ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian serta pemanfaatan lahan kering untuk penguatan kemandirian pangan; (ii) diversifikasi dan hilirisasi pangan untuk memperkuat ketahanan pangan; (iii) peningkatan jumlah SPPG yang saat ini baru terdapat 43 unit di NTT; (iv) penguatan rantai pasok domestik SPPG NTT; dan (iv) fasilitasi business matching pembiayaan oleh Kemenko Perekonomian dan instansi vertikal Kementerian Keuangan untuk mendukung pembiayaan calon debitur potensial memperoleh KUR dari perbankan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan capacity building untuk memperkuat kinerja TPID se-Provinsi NTT, mulai dari penyusunan self-asessment, One Page Summary (OPS), roadmap TPID, sampai dengan program untuk mengembangkan perekonomian daerah.

Sebagai informasi, kegiatan HLM TPID Provinsi NTT yang dipimpin oleh Gubernur NTT ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, Kepala BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, Kapolda NTT, Danrem 161/Wirasakti Kupang, Bupati Kab. Kupang, Kepala OJK Provinsi NTT, Kepala DJPb Provinsi NTT, Kepala BULOG NTT, asosiasi pelaku usaha dan pimpinan akademisi.

Kegiatan HLM diawali dengan sidak pasokan dan harga di Gudang Bulog Alak, Pelabuhan Peti Kemas Pelindo Tenau, Pasar Kasih, dan Pasar Oebobo.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *