Buka Penandatanganan Kontrak Pekerjaan Konsultan dan Konstruksi Tahun 2025, Laka Lena: NTT akan Jadi Garam dan Terang Indonesia

0-0x0-0-0#

INITIMUR.ID, Kupang | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan bahwa NTT akan menjadi sentra produksi garam dan energi terbarukan.

“Kita akan bangun sentra garam di beberapa wilayah seperti Rote dan Malaka, juga listrik untuk menerangi NTT dengan memanfaatkan sumber daya angin dan panas bumi,” ungkap Laka Lena saat membuka kegiatan penandatanganan Kontrak Pekerjaan Konsultan dan Konstruksi Tahun 2025, di Lantai 4 Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, 1 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

Menurut Laka Lena, Provinsi NTT memiliki potensi yang luar biasa dan potensi itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi-potensi ini akan kita kembangkan, dengan demikian NTT akan menjadi garam dan terang untuk republik ini,” tegas Laka Lena.

Pada kesempatan itu, Gubernur Laka Lena juga menegaskan kembali tentang semangat kebersamaan untuk membangun NTT.

“Inilah spirit bangun NTT. Agar kita mengerjakan sesuatu dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” imbuhnya.

Laka Lena juga mengingatkan pihak-pihak terkait agar melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan berkualitas.

“Pekerjaan ini betul-betul harus dilakukan dengan bersinergi, sesuai aturan, dengan kualitas yang baik, dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Kata Laka Lena, apa yang dilakukan oleh Dinas PUPR NTT ini merupakan langkah yang baik untuk ekosistem kebersamaan dan gotong royong.

“Tentu ini adalah upaya yang baik, dan dengan ekosistem yang lengkap seperti ini kita bisa menjaga kualitas pekerjaan dan dengan semangat kebersamaan, sehingga semuanya bisa jalan,” ucapnya.

Ia menambahkan, “Di tengah efisiensi, kita jangan menyerah. Dan kini kita telah memulai satu tahapan menuju cahaya yang kita harapkan”.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Dinas PUPR NTT, Beny Nahak, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah sebagai dasar pelaksanaan, memberi kepastian hukum, melindungi hak dan kewajiban para pihak, serta membentuk hubungan kerja yang profesional dan transparan dg semua yg terlibat.

Kegiatan ini dihadiri oleh PPK di lingkup PUPR, pejabat struktural, dan penyedia jasa konstruksi.

“Jumlah undangan sekitar 300 orang,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *